Senin, 25 Juli 2016

#11 Wanita, Keanggunan Makhluk Yang Terasingkan

Assalamualaikum.



Sanjungan alam kepadamu hal biasa
Pujian aku padamu terkesan mengada-ada
kamu adalah kehidupan yang hidup
yang terbebas dari cacian
yang membebaskan diri dari kekangan
yang meninggikan diri
dari semua maki
kekuatanmu tangguh bagai dinding tebal
yang membatasi egomu dengan baikmu
kamulah yang berjalan diatas duri
membekas darah merah diatas kain
masih berjalan diatas pecahan kaca
memberi percaya pada orang lain
bahwa kita semua bangga

menjadi seorang wanita

#10 Sabda Cinta

Assalamualaikum.



Semesta selalu menjawab cinta adalah segalanya
Mempunyai massa yang mampu diterka
Mempunyai makna yang sukar dipahami
Jika cinta itu langit maka ia akan berwarna biru
Membirukan angkasa, bintang, bahkan seluruhnya
Melainkan hijau, jikalah cinta itu rerumputan
Meluas, sejuk, mungkin tempat ternyaman untuk berpijak
Cinta itu dihitung, dapat memanjang, atau mengecil
Menebal, atau terkikis waktu
Tapi cinta itu berakal
Cinta itu tetap
Suatu makhluk berperasa
Tapi tidak merasa
Dan jika cinta itu kamu

Akan selalu menjadi kamu

#9 Lucunya Hidup Bernama Manusia

Assalamualaikum.



Manusia menghidupkan sesuatu
Manusia menciptakan yang baru
Manusia pula yang menghancurkan
Bahkan mematikan
Terkenal binatang dengan bertaring dua
Berkuku pendek
Berpikir tapi tidak berpikir
Menyela hidup yang terkesan bosan
Merobek insan yang berkata sopan
Tingkah lakunya tak kenal aturan
Mereka menjadi raja di atas raja
Seakan menjadi tuhan di atas Tuhan
Merekalah yang nantinya mengukir sejarah
Mereka pula menghapusnya
Membalikannya menjadi sesuatu

Diatas batu

#8 Merindumu

Assalamualaikum.



Adalah aku yang masih merindumu di tengah malam
Adalah aku yang masih mengingatmu di ujung pagi
Aku yang masih menulis namamu dalam sajak
Masih mendoakanmu
Doa-doa harapan mustahil yang ingin dikabulkan
Melihatmu adalah dusta
Membuang sisa-sisa keindahan
Menjadikan sesuatu hal menjadi kosong
Putih
Namun menyimpan noda
Bercak hitam di atas putih itu
Bukanlah hal yang pantas dilihat
Cacat,
Tidak sempurna
Tapi inilah aku

Yang masih selalu akan merindumu

#7 Lelaki Bertopi Hitam

Assalamualaikum.



Punggung ku kembali berat
Sangat berat untuk tegap
Terduduk aku dengan tiba-tiba
Melihat tangan yang bergetar
Dia melihatku
Melihatku lumpuh diatas kursi
Aku takut, hanya untuk mengangkat kening ini
Aku takut aku tak bisa memilih
Aku takut hanya bisa berharap
Gelap itu memelukku
Pelan
Dingin yang membeku
Atau hangat yang meniup
Pikiranku hanya tertuju satu
Pria bertopi itu

Adalah aku yang dulu, aku yang gelap

#6 Melodi Hidup

Assalamualaikum.



Mereka berkata mudah untuk menghirup udara
Bahkan terlalu mudah untuk melepasnya
Tak berwarna
Tak berasa
Hanya mampu memberi nyawa
Naif kita membelenggu
Membatasi kita dengan dinding-dinding kewarasan
Ciptaan sempurna yang merasakan sakit
Bahkan hilang
Sempurna di kata, compang di rasa
Itulah hidup
Terkadang perlu berlantang suara
Menghentak kaki
Menggenggam jiwa

Hanya untuk mengakui aku manusia

#5 Lembayung Sore-Sore

Assalamualaikum.



Kecil hati berkata apa
Namun pikir berkata siapa
Kulihat dia berlari melintas pandang
Kukira dia melihatnya
Lembayung sore bergantung di awan
Mega merah bersiul biru
Padu warna itu menyiratkan warnamu
Tertahan aku duduk di samping jendela
Makhluk sempurna bersayap panjang
Menyentuh tepat di inti jantung
Tersentak aku dalam hati

Berkata, aku suka padamu

#4 Nanti

Assalamualaikum.



Sekarang
Aku ingin bertanya padamu
Ketika nanti kita bertemu,
Apa yang kiranya akan kamu katakan?
Sudah lama keningmu tak ku kenang
Aku takut aku menjadi biasa saja
Bukan,
Aku takut ketika kamu menjadi biasa saja
Atau mungkin hanya aku yang menahan mawar ini
Menyimpannya
Hingga tak lagi berwarna
Seperti kosong, hampa
Tidak ada yang keluar dari mulutku atau mulutmu
Hanya untuk berucap saja

Mungkin kita sudah tak mampu

#3 Sesak

Assalamualaikum.



Ada dua hal yang tak bisa ku bayangkan
Meninggalkanmu atau
Meninggalkanku
Sesak kurasa dalam dada
Udara yang ku hirup, penuh
Hanya bisa menghela atau senyum kecut
Takut
Bukan karena aku kehilanganmu
Atau tak biasa menemukan kelakar tawamu
Senyum kecil itu hidup
Tatapmu itu menghidupkan
Apalagi yang disesalkan
Bukan aku tak mampu
Tidak mau
Bahkan hanya untuk
Membayangkan, kehilangan cintamu

#2 Kukatakan Saja

Assalamualaikum.



Aku, bukan aku yang dulu
Melainkan aku diantara masa lalu
Masih tetap kurasa
Hangatnya pembawaanmu
Ketika kita saling bertatap mata
Aku, biasa saja
Saat kamu lewat didepanku
Melirik kecil diatas sembunyinya makna
Mencoba berimajinasi diatas pikiranku
Mengecilkan ingin membesarkan angan
Terlewati itu bukan pilihan
Kubuka sedikit jendelamu
Lirik kecil ini kubaca menerka
Apakah aku bisa memilikimu?

#1 Hujan Hari Ini

Assalamualaikum.




Hujan hari ini
Membawa ingatan tiap tetes yang jatuh
Terlalu jauh ku mengingatnya
Yang bahkan bukan mau ku
Hembusan dingin yang kamu bawa itu
Menusuk nadiku
Membatasi aku yang sekarang
Dengan kamu yang dulu
Bercak tinta tulisanmu
Masih terukir diatas buku
Membawa bijaksana kembali terlihat semu
Melewati hasrat keingnanku
Untuk sampai saat ini
Masih menjadi misteri, mengapa kamu pergi